Posted by: rexonblog on: 7 Agustus 2010
Silau keemasan cahaya mentari menghiasi pagi yang sepi, tampak biru gunungku yang gagah menyongsong hari. Tak sedikitpun kulewati detik demi waktu keindahan ini. Kurasakan udara merasuki paru-paruku, membangkitkan degup jantungku. Desir-desir angin menuntun perjalananku melalui pematang, bebatuannya menggelitik di kakiku. Pujiku dan doa untuk-Mu.
Posted by: rexonblog on: 7 Agustus 2010
Aku terduduk menghadap sang awan, disela-sela buaian angin kembali kuingat masa lalu. Ketika itu kau tersenyum tulus kepadaku, walau sesak dadamu kian tak tertahankan, tak sedikitpun berkurang keindahanmu. Kau tak ingin ceritakan kisahmu, kau hanya ingin aku tetap tersenyum kala bersamamu. Kau tak pernah ingin membebaniku dengan ceritamu, kau juga tak ingin menangis di hadapanku. [...]
Posted by: rexonblog on: 7 Agustus 2010
Saat petang kembali datang, kerlip di langit mulai menampakkan keanggunan, kurasa bayangmu telah disini. Menemaniku merangkai kata ini menjadi sebuah cerita tentang kita, cerita yang sama sekali tak akan kita mengerti. Alunan angin malam seakan menyampaikan semua resahmu sebagai inspirasiku dalam kisah ini, kisah yang teramat panjang untuk kita lalui.
Posted by: rexonblog on: 7 Agustus 2010
Aku telah berdusta jika kuberkata ini valentine kelabu, aku bodoh kalau aku bilang ini valentine menyebalkan. Masalah yang datang bertubi-tubi bahkan menjadikan hari ini menjadi semakin berkesan. Senyumanmu yang meneduhkan hatiku dan menentramkan jiwaku membuat hati yang penuh duka menjadi ceria. Andai hari ini aku tak melepaskan waktu bersamamu, andai detik ini tak kusaksikan senyummu [...]
Komen-Komen