Tag

,


Aku terduduk menghadap sang awan, disela-sela buaian angin kembali kuingat masa lalu. Ketika itu kau tersenyum tulus kepadaku, walau sesak dadamu kian tak tertahankan, tak sedikitpun berkurang keindahanmu. Kau tak ingin ceritakan kisahmu, kau hanya ingin aku tetap tersenyum kala bersamamu. Kau tak pernah ingin membebaniku dengan ceritamu, kau juga tak ingin menangis di hadapanku. Aku tak pantas, aku tak pantas untuk mendengarnya, aku  tak patut menjadi tempatmu bersandar. Yang kulakukan hanya tetap tertawa bersamamu tanpa mengerti apa yang terjadi. Kau begitu tegar menyembunyikan segalanya dan seakan-akan tak ada yang terjadi pada dirimu.

Seketika aku terdiam, jiwaku terbawa angin malam yang dingin mencengkeram tulang-tulangku. Ragaku tertinggal dalam kegalauan yang mendalam. Dalam perjalanan angan kuingat masa-masa penuh suka antara aku dan dia. Semuanya seperti mimpi indah dalam setiap malamku, aku terlarut dalam pemujaan dirimu. Melantunkan sajak-sajak keagungan serta doa-doa pengharapan padamu. Dengarkanlah …