Tag

,


Silau keemasan cahaya mentari menghiasi pagi yang sepi, tampak biru gunungku yang gagah menyongsong hari. Tak sedikitpun kulewati detik demi waktu keindahan ini. Kurasakan udara merasuki paru-paruku, membangkitkan degup jantungku. Desir-desir angin menuntun perjalananku melalui pematang, bebatuannya menggelitik di kakiku. Pujiku dan doa untuk-Mu.

Seketika syukurku musnah, noda itu datang juga ketika dukamu tersampaikan padaku. Tangismu adalah kepedihanku, setiap tetesnya menghapus sehari ceriaku.

Hatiku ragu tuk berada di sampingmu, tuk menemanimu. Kau bukanlah milikku, meski aku menginginkanmu waktu demi waktu. Aku pun tak tau bila kau mengharapkan hadirku disisimu. Namun inilah saatnya kutunjukkan kekhawatiranku padamu, bahwa aku menyayangimu dengan seluruh hatiku. Tak perlu aku terus berpikir lagi, kuputuskan berada disampingmu. Walau kau tak mengharapkan, setidaknya aku telah menunjukkan rasa peduliku padamu.