Tag

, ,


Suatu sore yg indah ada seorang muda yg bertemu dg seorang tua yg bijak.
Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai orang yg sudah kenyang pengalaman pasti Anda bisa menjawab pertanyaan saya.”

“Apa yg ingin kamu ketahui anak muda?” si orangtua bertanya.

“Saya ingin tahu, apa yg dinamakan impian sejati di dunia ini?”

Orangtua itu tidak menjawab, dia tersenyum kecil lalu mengajak anak muda tadi pergi ke pantai. Mereka berjalan menyusuri indahnya pantai sore itu. Tiba di salahsatu sisi, mereka berjalan ke tengah laut. Sampai di bagian yg cukup dalam, orangtua itu dg tiba-tiba mendorong kepala si anak muda masuk ke air. Anak muda itu meronta-ronta, tetapi si orangtua tidak melepaskan tangannya. Sampai akhirnya anak muda tadi berhasil melepaskan diri dg sekuat tenaga.

“Apa Anda sadar yg Anda lakukan tadi bisa membunuh saya??” si anak muda berteriak marah.

Si orangtua tadi tidak menjawab, dia malah balik bertanya. “Apa yg kamu inginkan saat ada di dalam air tadi?”

“Jelas saya inginkan udara !”

“Yakin kamu ingin udara? Bagaimana kalau saya menawarkan yg lain untuk ditukar dg udara?” si orangtua bertanya.

“Tidak, saya tidak mau. Yg saya inginkan hanya udara. Walaupun seisi dunia diberikan tapi tetap saja tidak ada yg bisa menggantikan keinginan saya menghirup udara saat saya ada di dalam air tadi.”

“Nah, kalau begitu kamu sudah menjawab pertanyaan kamu sendiri. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINAN KAMU MENGHIRUP UDARA SAAT DI DALAM AIR TADI, ITULAH IMPIAN SEJATIMU,” kata si orangtua dg bijak.

Pesan :
Banyak orang mengatakan impian mereka ‘ini’ dan ‘itu’ tapi sebenarnya yg mereka katakan hanyalah ‘keinginan’ belaka, bukan ‘impian’. Keinginan sifatnya tidak mendesak, bisa dapat syukur, tidak juga tidak apa-apa. Kalau bisa mobil BMW, kalau tidak Kijang juga boleh.

Ada pula yg mempersepsikan impian sebagai harapan. Padahal keduanya berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yg terjadi dg sendirinya atau atas hasil kerja keras orang lain. Campur tangan kita sedikit sekali, bahkan nyaris tidak ada. Tapi impian tidak seperti itu.

Apapun yg terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian HARUS tercapai. Impian terbaik seseorang adalah ketika dia berusia lima tahun.
‘saya ingin jadi dokter’, ‘saya ingin jadi pilot’ atau ‘saya ingin jadi presiden’. Bukankah itu yg kerap kita katakan waktu kita kecil?
Sayangnya begitu menginjakkan kaki di bangku sekolah, kita dihadapkan melihat realita dunia-dari sisi yg negatif. Terlampau banyak yg mempengaruhi alam bawah sadar kita.

Sebagian orang jika ditanya soal impian, mereka menjawab ‘tidak tahu’. Sungguh malang orang seperti mereka, karena orang yg tidak mempunyai impian secara mental sebenarnya mereka sudah ‘mati’. Mungkin orang-orang seperti mereka menganggap bahwa hidup adalah nasib. Sekeras apapun usaha atau setinggi apapun impian mereka, namun bila nasib tidak menghendaki mereka sukses, maka mereka tidak akan sukses.
So, apa Anda sudah mempunyai impian ?